Selasa, 20 Januari 2015

KISAH TRAGIS SANG KAISAR TERAKHIR CHINA (PUYI)

Sumber : goldinar kaskus

Dibaca sampai habis ya..sejarah tentang kehidupan Pu Yi sangat menarik dan menyedihkan.

Hidup indah berujung musibah. Separuh usianya, pewaris terakhir dari Dinasti Qing, Kaisar Pu Yi, hidup di dalam sangkar emas. Baginya, peribahasa itu bukan istilah dari langit. Di usia teramat belia, dua tahun, ia sudah dinobatkan menjadi Kaisar, menggantikan pendahulunya yang baru saja mangkat (Kaisar Kuang Hsu). Singgasana berada dalam genggaman, hidup berjalan begitu agung, di berbagai Istana di dalam areal Kota Terlarang.

Berbagai kemewahan duniawi dan hak-hak istimewa melekat otomatis. Tetapi, sesungguhnya semua itu hanya sebuah paradoks. Ia memang berkuasa untuk menentukan segala hal —-termasuk memukuli para kasim atau budak pelayan tanpa alasan apapun. Tetapi, bahkan untuk ke luar istana saja, ia harus mendapat izin dan pengawalan. Sebagai Kaisar, ucapannya adalah titah, dan semua orang harus menurut. Namun, di saat bersamaan, ia pun terbelenggu oleh para pengkhianat, penjilat, serta orang-orang yang mengincar kejatuhannya. Mereka bisa memelintir informasi menyesatkan, melakukan korupsi besar-besaran, dan melancarkan pemberontakan diam-diam guna melucuti takhta agung di Kekaisaran Manchuoko (Manchuria).

Drama berawal di 13 November 1908 (malam). Aisin Gioro Pu Yi atau Henry Pu Yi, yang saat itu masih “bayi merah”, naik ke singgasana kekuasaan. Upacara megah dilangsungkan di Aula Kedamaian Abadi di Kota Terlarang (kini Beijing, di belakang Lapangan Tiananmen). Di saat yang sama, negeri China bergemuruh. Perubahan besar sedang terjadi, dari zaman ortodoks-tradisional menuju era moderen. Berbagai kekuatan politik, terutama yang dihela oleh kalangan nasionalis pimpinan Sun Yat Sen dan dilanjutkan Chiang Kai Sek melakukan upaya pemberontakan. Tarik menarik pengaruh berlangsung ketat. Tak lama setelah Pu Yi menduduki kursi kekaisaran, ia harus turun segera. Tentara Kuomintang berhasil mendesakkan perubahan pemerintahan, dari Monarki menjadi Republik.

Persis tiga tahun saja, Pu Yi berkuasa sebagai Kaisar absolut. Selanjutnya, ia menjadi Kaisar Boneka, berkuasa tetapi tanpa takhta. Nasibnya diselamatakan oleh “Perjanjian Perlakuan Baik” terhadap Kaisar. Pemerintah Republik sepakat untuk memberikan konsesi dan subsidi terhadap Istana Kaisar. Meski demikian, tetap saja Pu Yi menikmati kehidupan serba luar biasa. Sang Kaisar muda itu benar-benar hidup dalam dunia nirwana, di Istana Kota Terlarang.

Sehari-hari, hanya keberlimpahan yang tersaji. Untuk makan, ia punya istilah sendiri: “memilih makanan”. Maksudnya, semua kasim di bagian rumah tangga, harus mampu menghadirkan 35 menu rutin di meja makan. Padahal, hanya satu dua menu saja yang sanggup ia santap —-bahkan ada menu makanan yang sepanjang hidupnya tak pernah ia sentuh.

Semua orang harus takjim, melakukan kowtow (membungkkuk dihadapannya). Ke manapun ia pergi, maka iring-iringan budak dan prajurit selalu siap membuntuti. Demi menggambarkan suasana ini, Sang Kaisar mengaku tertawa ketika orang barat menganggap cerita dalam buku The Dream of The Red Chamber sebagai dongeng, karena menyebut seorang nenek yang selalu dikuntit oleh serombongan pengawal. Pasalnya: ia sendiri memiliki tak kurang dari 300 orang kasim yang siap menemaninya ke manapun pergi. Setidaknya, sepuluh mobil disiapkan untuk menemani Kaisar beserta rombongannya, jika ingin ke luar dari istana.

Berapa biayanya? Sang kaisar pernah menghitung, pengeluaran untuk menopang kehidupan sangkar emasnya itu, untuk jangka waktu tiga tahun, menyedot dana melebihi 2.790.000 ons emas.

Tak ada yang tak masuk akal. Tak ada juga pihak yang protes. Bagi masyarakat China waktu itu, Kaisar adalah Dewa Langit. Lagipula, warisan kekayaan dari leluhur sungguh-sungguh tak terhitung.

Dinasti Qing telah berkuasa 700-an tahun, belum lagi dari Dinasti sebelumnya, yaitu Dinasti Ming. Di saat berusia 16 tahun, sang kaisar muda pernah membuka peti kekayaan di dalam kompleks Istana


betapa kecilnya Puyi! umur 3 tahun diangkat jadi Raja. Dikurung dalam Kota Terlarang dan tidak diperbolehkan melihat dunia luar, padahal di luar istana, para komunis sudah mengambil alih China. Dia dijadiin raja cuma untuk berkuasa dalam istana aja. Luar istana sudah jadi urusan Mao Zedong


Setelah mengenal dunia luar dan perubahan besar di China


KISAH TRAGIS PU YI TELAH DIFILMKAN PADA TAHUN 1987
BERJUDUL "THE LAST EMEPROR"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar